proposal pembuatan jamu instan today

hanif abdan syakuro today  release :

PEMBUATAN JAMU INSTAN

Oleh : Syaidun, S.Pd.I

  1. Latar Belakang Masalah

Kehidupan pedesaan yang tradisional baik secara kemasyarakatan dan pola pikir warganya sering kali menjadi penghambat kemajuan suatu wilayah. Hal ini karena pola pikir masyarakat desa masih sangat sederhana. Keserhanaan pola pikir ini berimplikasi pula pada kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan. Masyarakat desa biasanya baru peduli pada kesehatannya jika sudah merasa terganggu aktivitas kesehariannya. Sehingga seringkali penyakit telah parah baru diketahui sehingga penyembuhannya memerlukan waktu dan biaya yang tidak sedikit.

Kondisi ekonomi yang pas-pasan juga menjadikan masyarakat selektif dalam membelanjakan keuangannya. Sehingga seringkali alokasi untuk kesehatan tidak dianggarkan secara khusus. Karena kekurangan biaya itu pula seringkali mereka lebih memilih pengobatan tradisional atau jamu yang dinilai lebih ekonomis dan aman. Hal ini mungkin merupakan sisi positif dari pola tradisional masyarakat desa.

Jamu adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang secara tradisional telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman empiris di masyarakat. Pengobatan dengan menggunakan obat-obatan tradisional merupakan salah satu alternatif dalam bidang pengobatan. Tujuan pengobatan dengan obat tradisional antara lain: pencegahan (preventif), perawatan ( promotif), dan pengobatan.

Menurut penelitian masa kini, obat-obatan tradisional memang bermanfaat bagi kesehatan dan kini digencarkan penggunaannya karena lebih mudah dijangkau masyarakat, baik harga maupun ketersediaannya. Saat ini, obat tradisional banyak digunakan karena menurut beberapa penelitian tidak menyebabkan efek samping dan masih bisa dicerna oleh tubuh. Karena itu, banyak perusahaan yang mengolah obat-obatan tradisional yang telah dimodifikasi. Obat-obatan tradisional yang banyak dijual di pasar biasanya berbentuk kapsul, serbuk, cair, simplisia, dan tablet.

Masyarakat Indonesia lebih mengenal jamu dalam bentuk sediaan jamu godog dan jamu serbuk dibanding jamu dalam bentuk lain. Dengan kemajuan teknologi dan meningkatnya keinginan masyarakat untuk menggunakan obat tradisional, maka obat tradisional tidak lagi dibuat menjadi ramuan untuk mengobati keluarga, tetapi sudah menjadi komoditi perdagangan.

Pengembangan obat alami ini memang patut mendapatkan perhatian yang lebih besar bukan saja disebabkan potensi pengembangannya yang terbuka, tetapi juga permintaan pasar akan bahan baku obat-obat tradisional ini terus meningkat untuk kebutuhan domestik maupun internasional. Hal ini tentunya juga akan berdampak positif bagi peningkatan pendapatan petani dan penyerapan tenaga kerja baik dalam usaha tani maupun dalam usaha pengolahannya.

Dusun Grompol di Desa Kradenan merupakan sebuah wilayah pedesaan kecil yang jauh dari perkotaan. Letaknya sekitar 40 km dari pusat kota Kabupaten Grobogan. Selain letak Dusun Grompol yang secara geografis jauh dari perkotaan, Dusun Grompol semakin terpencil karena belum terjangkau angkutan umum, jalan desa yang membelah dusun ini pun hanya berupa jalan kecil berpasir tanpa aspal.

Kondisi ekonomi pedesaan 90 % ditopang dari pertanian yang tergolong menengah ke bawah. Keadaan ini menjadikan masyarakat kurang sadar akan pentingya kesehatan. Selain itu tingkat pendidikan masyarakat juga sangata rendah. Untuk mencegah dan mengobati penyakit masyarakat lebih memilih mengkonsumsi jamu tradisional yang mereka beli dari penjual jamu gendong keliling atau dengan meramu sendiri bahan-bahan yang banyak tersedia di pekarangan dan lingkungan sekitar.

Dengan kondisi demikian maka perlu dilakukan kegiatan pengabdian yang intinya memberi solusi akan mahalnya biaya obat dan guna membuka wawasan dan membekali ketrampilan bagi generasi muda sehingga apabila kesempatan melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi belum ada, maka akan membuka peluang untuk berwirausaha bahkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat luas. Demikian pula bagi masyarakat dapat meningkatkan penghasilan keluarga sehingga akan menaikkan tingkat sosial ekonomi masyarakat pada umumnya. Hal ini juga didukung bahan-bahan yang mudah didapat di lingkungan sekitar.

  1. Tujuan Kegiatan

Kegiatan ini bertujuan untuk:

  1. Menumbuhkan jiwa kewirausahaan siswa dan masyarakat
  2. Memanfaatkan potensi lokal untuk hal yang bermanfaat dan produktif.
  3. Menumbuhkan budaya riset pada siswa.
  4. Manfaat Kegiatan

Adapun manfaat penelitian ini secara praktis akan berguna bagi masyarakat yaitu untuk mempermudah masyarakat mendapatkan dan mengkonsumsi jamu sesuai kebutuhan tanpa harus mencari dan memasaknya sendiri sehingga menghemat waktu dan tenaga.

Secara teoritis kegiatan ini akan menambah wawasan masyarakat tentang jamu, cara pengolahan dan pengawetannya. Selain itu  juga sebagai tambahan khazanah keilmuwan bagi masyarakat yang membutuhkan dan juga membantu negara dalam program pengentasan kemiskinan.

  1. Rencana Kegiatan

Tempat kegiatan ini dilakukan di Sekolah Menengah Pertama Islam Alternatif (SMP IA) Assalam yang berlokasi di Jl. Mpu Cuwiri No. 1 Dusun Grompol Desa Kradenan Kecamatan Kradenan Kabupaten grobogan. Lokasi ini dipilih karena lingkungan yang mendukung kegiatan seperti kemudahan mencari bahan dasar yang biasanya tumbuh di pekarangan masyarakat atau bahkan tumbuh liar di lahan kosong.

Adapun waktu pelaksanaannya selama 1 bulan (1-30 Oktober 2010). Selama satu bulan tersebut ditargetkan ujicoba pembuatan selesai sehingga siap dan layak konsumsi.

Pelaksana adalah siswa SMP IA Assalam Kelas VII yang berjumlah 20 siswa dipandu oleh Penulis dan masyarakat (produsen jamu gendong). Dengan model pelaksana seperti itu diharapkan akan ada sinergi antara guru, siswa dan masyarakat.

Adapun kegiatan yang akan dilakukan adalah pembuatan jamu anti kanker berbahan dasar sambiloto, beras kencur, pahitan dan kunci suruh yang dikemas dalam bentuk serbuk, pil dan kapsul, sehingga bisa disimpan lebih lama dan bisa sewaktu-waktu dikonsumsi

  1. Jadwal kegiatan

Adapun jadwal kegiatan adalah sebagai berikut:

No Waktu Agenda Penanggungjwab
1 1 Oktober 2010 Brieving pelaksana dan teori pembuatan jamu Guru dan Produsen jamu tradisional (praktisi)
2 2-3 Oktober 2010 Pencarian bahan dan persiapan alat Siswa
3 4-5 Oktober 2010 Sortir bahan dan pengeringan untuk jamu seduh Guru, Siswa
4 6-7 Oktober 2010 Pemasakan dan penumbukan untuk jamu pil, dan serbuk Guru, Siswa
5 8-9 Oktober 2010 Pengeringan tahap kedua (terhadap bahan-bahan tertentu) dan proses ekstraksi untuk jamu bahan kapsul Guru, Siswa
6 10 Oktober 2010 Uji coba konsumsi, evaluasi proses-hasil Guru, Siswa, Praktisi, Masyarakat
7 11-15 Oktober 2010 Pengamatan produk dan uji coba lanjutan Guru, Siswa
8 16-27 Oktober 2010 Produksi Tahap kedua sebagai penyempurnaan tahap pertama Guru, Siswa
9 28 Oktober 2010 Pengemasan produk dan pemasaran Siswa
10 29-30 Oktober 2010 Pembuatan Laporan akhir Siswa dan guru
  1. Estimasi Dana
No Bahan Jumlah Satuan Harga Total
BAHAN –BAHAN
1 Bahan Utama (Sambiloto, Kencur, Sirih, Kunyit, Temu Lawak, Jahe dll) 2 paket 1500000 3000000
2 Bahan Tambahan (tepung beras, gula, etanol, madu, garam dll) 2 paket 200000 400000
3 Air Bersih 1 tangki 250000 250000
Alat-Alat
1 Tampah 5 buah 10000 50000
2 Pisau 10 buah 1500 15000
3 Dandang 2 buah 50000 100000
4 Lesung+Alu batu 2 buah 25000 50000
5 Parut 5 buah 10000 50000
6 Ember 10 buah 10000 100000
7 Kompor Gas 2 buah 100000 200000
8 Tabung Gas 2 buah 350000 700000
9 Gayung 10 buah 5000 50000
10 Timbangan 2 buah 200000 400000
11 Periuk tanah liat 2 buah 50000 100000
12 Kalo/Saringan 2 buah 7500 15000
13 Plastik dan alat Kemas 5 buah 10000 50000
14 Kain Peras/kasa 3 buah 15000 45000
15 Toples 10 buah 7500 75000
16 Oven Pengering Sederhana 2 buah 250000 500000
17 Sendok/Takaran/cetakan pil 2 paket 25000 50000
Finishing dan Pelaporan
1 Kapsul Kosong 10 paket 10000 100000
2 ATK dan Dokumentasi 1 paket 500000 500000
3 Staples, Lem, Karet dll 5 paket 50000 250000
SDM dan Lain-lain
1 Tutor 1 orang 500000 500000
2 Konsumsi 1500000 1500000
3 Daya dan Jasa 500000 500000
4 Lain-lain 450000 450000
Jumlah Total 10000000
Sepuluh Juta Rupiah
  1. Target yang diharapkan

Adapun target minimal yang diharapkan setelah pelaksanaan kegiatan ini adalah siswa mampu memproduksi beberapa macam jamu sederhana yang dapat disimpan (mampu bertahan lebih lama) dalam bentuk serbuk, pil dan kapsul sehingga lebih praktis dikonsumsi namun juga aman dan bermanfaat.

Target lebih jauh dari kegiatan ini adalah pemasaran produk kepada masyarakat luas sehingga bisa menjadi penghasilan tambahan bagi sekolah dan ajang kreativitas dan kewirausahaan bagi warga sekolah.

sumber :

http://smpalternatifassalam.wordpress.com/2010/08/07/siswa-smp-alternatif-assalam-ikuti-lomba-penelitian/

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: